Posted by jurnalisoi on November 28, 2008
Dwi Eny Djoko Setyono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemenang, Lombok Barat P.O. Box 1124, Mataram 83000
Pengamatan terhadap pertumbuhan dan mortalitas juvenil abalon (Haliotis asinina) telah dilakukan di Laboratorium C.V. Dinar, Goris, Bali selama 9 bulan. Tujuan utama pengamatan ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan mortalitas juvenil H. asinina yang dipelihara di dalam akuarium kaca di Laboratorium untuk tujuan bisnis. Induk abalon dipijahkan pada bulan November 2007. Larva dan juvenil awal dipelihara dalam sebuah bak fiber-glass. Tidak ada penambahan makanan (diatom) ke dalam bak larva selama 1 bulan pertama, dan juvenil hanya memakan diatom yang tumbuh secara alami pada permukaan bak. Setelah 3 bulan, juvenil dipindahkan ke akuarium kaca volume (100 cm P x 40 cm L x 50 cm T) berisi 150 liter air laut dengan sistem resirkulasi dengan kepadatan tebar 100 ekor per akuarium. Juvenil diberi pakan makro-algae (Gracilaria spp and Ulva spp) dengan jumlah tak terbatas (ad libitum). Pada umur 9 bulan kepadatan diturunkan menjadi 40 ekor per akuarium. Juvenil abalon tumbuh mencapai 0,80+0,02 mm pada umur 1 bulan dan mencapai 10,40+0,26 mm pada umur 3 bulan. Pada umur 9 bulan juvenil abalon tersebut telah mencapai ukuran rata-rata panjang cangkang 27,75+0,003 cm dan berat tubuh 4,35+0,002 g. Selama tiga bulan pertama, nilai rata-rata mortalitas per bulan adalah 1,49+0,15%. Pada periode pemeliharaan 4-6 bulan nilai rata-rata mortalitas adalah 3,03+0,55% per bulan, sedangkan pada umur 7-9 bulan nilai mortalitas turun menjadi 0,46+0,28% per bulan.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi.
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
2.1. Waktu dan Tempat
2.2. Pemijahan
2.3. Pemeliharaan Larva dan Juvenil
2.4. Pertumbuhan
2.5. Mortalitas
3. Hasil dan Pembahasan
3.1. Pertumbuhan
3.2. Mortalitas
4. Kesimpulan
Ucapan Terima Kasih
Daftar Pustaka
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Abalon, Haliotis asinina, Juvenil, Mortalitas, Pertumbuhan | 31 Comments »
Posted by jurnalisoi on November 28, 2008
Sigit A.P. Dwiono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemenang, Lombok Barat P.O. Box 1124, Mataram 83000
Lola (Trochus niloticus) merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki nilai komersial tinggi. Populasi alami jenis ini mulai berkurang di banyak wilayah Indonesia dan negara tetangga. Dalam rangka menambah sediaan alami, berbagai studi telah dilakukan di banyak negara tropis. Sementara teknik pembenihan lola sudah berkembang baik, teknik pembesaran dan penyapihan lola masih belum dapat diandalkan akibat kurangnya informasi. Studi ini ditujukan untuk mengisi kekurangan tersebut. Percobaan dilakukan antara bulan Mei dan Agustus 1995 menggunakan kurungan berukuran kecil (0.25 m2) dan besar (4.0 m2) di daerah pasang surut Morella, Pulau Ambon bagian utara, Maluku. Pengamatan menunjukkan bahwa diameter cangkang juvenil lola tumbuh dari 17.79 ± 1.13 mm menjadi 25.29 ± 1.60 mm untuk kurungan kecil dan dari 17.51 ± 1.31 menjadi 25.68 ± 2.24 mm untuk kurungan besar dalam jangka waktu 79. Nilai-nilai pertumbuhan ini sebanding atau bahkan lebih tinggi dibandingkan penelitian sejenis lainnya.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi.
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
3. Hasil
4. Pembahasan
5. Kesimpulan
Daftar Pustaka
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Ambon, Lola, Morella, penyapihan, Pertumbuhan, Trocus niliticus | 1 Comment »
Posted by jurnalisoi on November 6, 2008

Daftar Isi
- A.J. Wahyudi. – Studi fenetik genus Thalamita Latreille, 1829 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Portunoidea: Portunidae) berdasarkan diagnosis morfologi dalam ‘Faune de Madagascar XVI’, hal. 1-10
- P. Purwati, E. Kusmanto and Muhajirin. – The importance of afternoon low tide for in situ observation on criptic holothurians (echinodermata): a case study at West Lombok, p. 11-16
- W.B. Setyawan. – Perubahan garis pantai dan muka laut Holosen di wilayah pesisir Binuangeun: suatu studi pendahuluan, hal. 17-26
- S.A.P. Dwiono. – Pertumbuhan anakan lola (Trocus niloticus Linnaeus, 1767) di dalam kurungan di perairan pantai Morella, Ambon, Maluku, hal. 27-34
- D.E.D. Setyono. – Pertumbuhan dan mortalitas juvenil abalon (Haliotis asinina) di laboratorium, hal. 35-42
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Abalon, Ambon, Binuangeun, criptic holothurians, Crustacea, Garis Pantai, Holosen, Jurnal, Juvenil, Lola, Maluku, Morella, Mortalitas, Muka Laut, Oseanologi, Pertumbuhan, Studi fenetik, West Lombok | Leave a Comment »