Posted by jurnalisoi on December 2, 2009
Sigit A. P. Dwiono dan D. E. Djoko Setyono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemanang, Lombok Barat. P.O. Box 1124, Mataram 83000. E-mail: setdwi@yahoo.co.nz; dwie004@lipi.go.id
Abstrak
Berbagai studi budidaya telah dilakukan di beberapa daerah termasuk di Maluku. Tujuan utama uji coba dalam tulisan ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan anakan lola pada ukuran dan kepadatan tebar yang berbeda. Percobaan I menggunakan anakan berukuran kecil (diameter cangkang ± 5 mm) dan Percobaan II menggunakan anakan berukuran sedang (diameter cangkang ± 8 mm). Penelitian dilakukan selama 42 hari (Percobaan I) dan 63 hari (Percobaan II). Lola dipelihara di dalam kurungan plastik dengan luas dasar 0.25 m2, dibangun di daerah pasang surut Morella, Pulau Ambon bagian utara, Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anakan lola ukuran kecil mempunyai laju pertumbuhan tertinggi (0,16 ± 0,03 mm/hari) pada kepadatan tebar 252 ekor/m2. Sedangkan anakan lola ukuran sedang mempunyai laju pertumbuhan tertinggi (0.14 ± 0.06 mm/hari) pada kepadatan tebar 100 ekor/m2. Pada kedua kelompok ukuran, mortalitas anakan lola tidak dipengaruhi oleh tingkat kepadatan.
Kata Kunci: Lola, Trochus niloticus, laju pertumbuhan, kepadatan tebar, Morella, Ambon, Maluku.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi jurnal
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metode
3. Hasil dan Pembahasan
4. Kesimpulan
Daftar Pustaka
Posted in Tahun 2009, Volume 2 nomor 1/2 | Tagged: Lola, Trochus niloticus, Laju pertumbuhan, Kepadatan tebar | Leave a Comment »
Posted by jurnalisoi on November 28, 2008
Sigit A.P. Dwiono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemenang, Lombok Barat P.O. Box 1124, Mataram 83000
Lola (Trochus niloticus) merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki nilai komersial tinggi. Populasi alami jenis ini mulai berkurang di banyak wilayah Indonesia dan negara tetangga. Dalam rangka menambah sediaan alami, berbagai studi telah dilakukan di banyak negara tropis. Sementara teknik pembenihan lola sudah berkembang baik, teknik pembesaran dan penyapihan lola masih belum dapat diandalkan akibat kurangnya informasi. Studi ini ditujukan untuk mengisi kekurangan tersebut. Percobaan dilakukan antara bulan Mei dan Agustus 1995 menggunakan kurungan berukuran kecil (0.25 m2) dan besar (4.0 m2) di daerah pasang surut Morella, Pulau Ambon bagian utara, Maluku. Pengamatan menunjukkan bahwa diameter cangkang juvenil lola tumbuh dari 17.79 ± 1.13 mm menjadi 25.29 ± 1.60 mm untuk kurungan kecil dan dari 17.51 ± 1.31 menjadi 25.68 ± 2.24 mm untuk kurungan besar dalam jangka waktu 79. Nilai-nilai pertumbuhan ini sebanding atau bahkan lebih tinggi dibandingkan penelitian sejenis lainnya.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi.
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
3. Hasil
4. Pembahasan
5. Kesimpulan
Daftar Pustaka
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Ambon, Lola, Morella, penyapihan, Pertumbuhan, Trocus niliticus | 1 Comment »
Posted by jurnalisoi on November 6, 2008

Daftar Isi
- A.J. Wahyudi. – Studi fenetik genus Thalamita Latreille, 1829 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Portunoidea: Portunidae) berdasarkan diagnosis morfologi dalam ‘Faune de Madagascar XVI’, hal. 1-10
- P. Purwati, E. Kusmanto and Muhajirin. – The importance of afternoon low tide for in situ observation on criptic holothurians (echinodermata): a case study at West Lombok, p. 11-16
- W.B. Setyawan. – Perubahan garis pantai dan muka laut Holosen di wilayah pesisir Binuangeun: suatu studi pendahuluan, hal. 17-26
- S.A.P. Dwiono. – Pertumbuhan anakan lola (Trocus niloticus Linnaeus, 1767) di dalam kurungan di perairan pantai Morella, Ambon, Maluku, hal. 27-34
- D.E.D. Setyono. – Pertumbuhan dan mortalitas juvenil abalon (Haliotis asinina) di laboratorium, hal. 35-42
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Abalon, Ambon, Binuangeun, criptic holothurians, Crustacea, Garis Pantai, Holosen, Jurnal, Juvenil, Lola, Maluku, Morella, Mortalitas, Muka Laut, Oseanologi, Pertumbuhan, Studi fenetik, West Lombok | Leave a Comment »