Posted by jurnalisoi on November 22, 2009
Augy Syahailatua (1), Barbara G. Hutubessy (2), Frederik Rijoly (3) dan Hadidjah Tuanaya (3)
(1) UPT Balai KBL LIPI, Jl. J. Syaranamual, Poka 97233, Ambon. E-mail: augy001@lipi.go.id
(2) Jurusan PSP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Pattimura, Ambon
(3) Program Studi Ilmu Kelautan , Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Universitas Pattimura, Ambon
Abstrak
Koleksi sampel ikan terbang di perairan Ambon dan sekitarnya dilakukan 2005-2008. Sampel ikan terbang diperoleh dari hasil tangkapan dengan jaring insang hanyut yang dioperasikan oleh nelayan lokal di Desa Naku dan Desa Morela. Dari 670 individu sampel teridentifikasi 20 jenis, yang tergolong dalam 5 genera, yaitu Cheilopogon, Cypselurus, Excoetus, Hirundichthys dan Parexocoetus. Genus Cheilopogon teridentifikasi sebanyak 14 jenis, namun 6 jenisnya belum dapat teridentifikasi secara lengkap. Ada indikasi 2 dari 6 jenis Cheilopogon spp ini kemungkinan sebagai catatan baru “new record” ikan terbang di perairan Indonesia. Hirundichthys oxycephalus dan Cheilopogon spilonotopterus mendominasi sampel ikan terbang masing-masing sebanyak (35,7%), dan (22,2%). Dominasi H. oxycephalus mengindikasi adanya potensi perikanan telur ikan terbang. Keseluruhan ikan terbang yang tertangkap telah dewasa, bahkan beberapa jenis memiliki ukuran maksimum yang melebihi batas ukuran rujukan. Perairan Ambon dapat dijadikan salah satu lokasi studi ikan terbang, karena memiliki jenis ikan terbang yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Kata kunci: ikan terbang, keragamana jenis, struktur ukuran, Ambon
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi jurnal
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
3. Hasil
3.1. Komposisi Jenis
3.2. Deskripsi Specimen Ceilopogon
3.3. Struktur Ukuran
4. Pembahasan
5. Kesimpulan
Daftar Pustaka
Posted in Tahun 2009, Volume 2 nomor 1/2 | Tagged: Ambon, ikan terbang, keragaman jenis, Maluku, struktur ukuran | Leave a Comment »
Posted by jurnalisoi on November 28, 2008
Sigit A.P. Dwiono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemenang, Lombok Barat P.O. Box 1124, Mataram 83000
Lola (Trochus niloticus) merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki nilai komersial tinggi. Populasi alami jenis ini mulai berkurang di banyak wilayah Indonesia dan negara tetangga. Dalam rangka menambah sediaan alami, berbagai studi telah dilakukan di banyak negara tropis. Sementara teknik pembenihan lola sudah berkembang baik, teknik pembesaran dan penyapihan lola masih belum dapat diandalkan akibat kurangnya informasi. Studi ini ditujukan untuk mengisi kekurangan tersebut. Percobaan dilakukan antara bulan Mei dan Agustus 1995 menggunakan kurungan berukuran kecil (0.25 m2) dan besar (4.0 m2) di daerah pasang surut Morella, Pulau Ambon bagian utara, Maluku. Pengamatan menunjukkan bahwa diameter cangkang juvenil lola tumbuh dari 17.79 ± 1.13 mm menjadi 25.29 ± 1.60 mm untuk kurungan kecil dan dari 17.51 ± 1.31 menjadi 25.68 ± 2.24 mm untuk kurungan besar dalam jangka waktu 79. Nilai-nilai pertumbuhan ini sebanding atau bahkan lebih tinggi dibandingkan penelitian sejenis lainnya.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi.
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
3. Hasil
4. Pembahasan
5. Kesimpulan
Daftar Pustaka
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Ambon, Lola, Morella, penyapihan, Pertumbuhan, Trocus niliticus | 1 Comment »
Posted by jurnalisoi on November 6, 2008

Daftar Isi
- A.J. Wahyudi. – Studi fenetik genus Thalamita Latreille, 1829 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Portunoidea: Portunidae) berdasarkan diagnosis morfologi dalam ‘Faune de Madagascar XVI’, hal. 1-10
- P. Purwati, E. Kusmanto and Muhajirin. – The importance of afternoon low tide for in situ observation on criptic holothurians (echinodermata): a case study at West Lombok, p. 11-16
- W.B. Setyawan. – Perubahan garis pantai dan muka laut Holosen di wilayah pesisir Binuangeun: suatu studi pendahuluan, hal. 17-26
- S.A.P. Dwiono. – Pertumbuhan anakan lola (Trocus niloticus Linnaeus, 1767) di dalam kurungan di perairan pantai Morella, Ambon, Maluku, hal. 27-34
- D.E.D. Setyono. – Pertumbuhan dan mortalitas juvenil abalon (Haliotis asinina) di laboratorium, hal. 35-42
Posted in Volume 1 nomor 1 | Tagged: Abalon, Ambon, Binuangeun, criptic holothurians, Crustacea, Garis Pantai, Holosen, Jurnal, Juvenil, Lola, Maluku, Morella, Mortalitas, Muka Laut, Oseanologi, Pertumbuhan, Studi fenetik, West Lombok | Leave a Comment »