Dwi Eny Djoko Setyono
Loka Pengembangan Bio Industri Laut, Teluk Kodek, Pemenang, Lombok Barat P.O. Box 1124, Mataram 83000
Pengamatan terhadap pertumbuhan dan mortalitas juvenil abalon (Haliotis asinina) telah dilakukan di Laboratorium C.V. Dinar, Goris, Bali selama 9 bulan. Tujuan utama pengamatan ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan mortalitas juvenil H. asinina yang dipelihara di dalam akuarium kaca di Laboratorium untuk tujuan bisnis. Induk abalon dipijahkan pada bulan November 2007. Larva dan juvenil awal dipelihara dalam sebuah bak fiber-glass. Tidak ada penambahan makanan (diatom) ke dalam bak larva selama 1 bulan pertama, dan juvenil hanya memakan diatom yang tumbuh secara alami pada permukaan bak. Setelah 3 bulan, juvenil dipindahkan ke akuarium kaca volume (100 cm P x 40 cm L x 50 cm T) berisi 150 liter air laut dengan sistem resirkulasi dengan kepadatan tebar 100 ekor per akuarium. Juvenil diberi pakan makro-algae (Gracilaria spp and Ulva spp) dengan jumlah tak terbatas (ad libitum). Pada umur 9 bulan kepadatan diturunkan menjadi 40 ekor per akuarium. Juvenil abalon tumbuh mencapai 0,80+0,02 mm pada umur 1 bulan dan mencapai 10,40+0,26 mm pada umur 3 bulan. Pada umur 9 bulan juvenil abalon tersebut telah mencapai ukuran rata-rata panjang cangkang 27,75+0,003 cm dan berat tubuh 4,35+0,002 g. Selama tiga bulan pertama, nilai rata-rata mortalitas per bulan adalah 1,49+0,15%. Pada periode pemeliharaan 4-6 bulan nilai rata-rata mortalitas adalah 3,03+0,55% per bulan, sedangkan pada umur 7-9 bulan nilai mortalitas turun menjadi 0,46+0,28% per bulan.
Catatan:
Naskah lengkap makalah ini dalam format pdf dapat diperoleh secara gratis dengan permintaan kepada redaksi.
Outline Makalah:
1. Pendahuluan
2. Bahan dan Metoda
2.1. Waktu dan Tempat
2.2. Pemijahan
2.3. Pemeliharaan Larva dan Juvenil
2.4. Pertumbuhan
2.5. Mortalitas
3. Hasil dan Pembahasan
3.1. Pertumbuhan
3.2. Mortalitas
4. Kesimpulan
Ucapan Terima Kasih
Daftar Pustaka
